Siap Dibangun Kampung Kemanusiaan Abah Kanjeng. "Kawah Candradimuka" Anak Anak Yatim Piatu Mempersiapkan Masa Depan

 

Bakal Calon Lokasi Mushalla (Foto: Ist)

|HUMANITY|Gunungkidul - Dalam rangka memantabkan kiprahnya dibidang kemanusiaan, Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia Akan segera membangun "Kampung Kemanusiaan" yang berlokasi di Dusun Ngalang alangsari, Planjan, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Presiden Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia R.Budi Ariyanto Surantono, pihaknya akan menggunakam lahan bukit seluas 3780 m2 sebagai Pusat area kampung Kemanusiaan yang didalamnya akan terdiri dari Pondok Pembelajaran Kehidupan, Pondok Tahfidz Quran, Mushalla, Area bertani/beternak/berkebun dan berkarya.





Kampung Kemanusiaan "Abah Kanjeng" akan menjadi "Kawah Candradimuka" bagi anak anak yatim piatu untuk belajar ketrampilan hidup dan kemandirian dibawah pembinaan bersama para relawan kemanusiaan.

"Mereka akan kami didik menjadi hafidz dan hafidzah quran yang memiliki jiwa mandiri dan ber-akhlakul qarimah serta memiliki adab ketimuran (unggah-ungguh) yang baik", ungkap pria yang akrab dipanggil Ki Ariyo ini.

Warga kampung kemanusiaan akan terdiri dari  para cantrik yang berasal  dari anak anak yatim piatu dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang sudah tidak memiliki keluarga.

"Anak anak yatim piatu yang  terlantar akan menjadi prioritas pengasuhan dan pembinaan. Kami bertekad Akan membantu mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak anak berprestasi dimasa depan apapun situasi dan kondisinya saat ini", imbuh Ki Ariyo.

Kampung kemanusiaan "Abah Kanjeng" akan  menjadi kampung Internasional dimana 3 bahasa akan digunakan dalam keseharian,  yaitu bahasa inggris, bahasa indonesia dan bahasa jawa halus (kromo inggil).

Disamping belajar hapalan quran dan belajar ilmu agama, semua cantrik (siswa/i) juga akan dibekali dengan berbagai ketrampilan hidup dan ilmu pergaulan dimasyarakat. Semua cantrik juga diwajibkan menguasai percakapan dalam bahasa inggris dan bahasa jawa halus.

Semua cantrik Akan bisa belajar dan menjalani hidup di Kampung Kemanusiaan ini secara gratis dan akan mendapatkan  ijazah hingga SMA/SMK dan yang ingin melanjutkan kuliah Akan diberikan jalan agar bisa Lulus sampai sarjana.

Namun demikian, walaupun semua serba gratis, cantrik akan dilatih hidup sederhana, makan dan minum secukupnya dan hidup bersahaja selama tinggal di kampung kemanusiaan.

"Mereka harus jalani laku prihatin selama belajar disini. Tidak ada kata manja dan malas selama hidup bersama di kampung kemanusiaan", papar Ki Ariyo.

Kampung Kemanusiaan "Abah Kanjeng" akan terdiri dari mushalla sebagai bangunan utama, asrama putra dan putri, ruang belajar dan berkarya serta beberapa Pondok Jamaah yang bisa digunakan untuk para tamu dan pengunjung.

Pembangunan semua fasilitas kampung kemanusiaan diserahkan kepada siapa saja yang mau partisipasi. Mushalla, asrama, pondok jamaah dan lain-lain serta pembebasan lahan semua diserahkan kepada Allah Swt melalui tangan-tangan para pihak yang ingin membantu.


"Khusus pondok jamaah, Insya Allah kami siap bekerjasama dengan siapa saja yang ingin membangun. Insya Allah kedepan kampung kemanusiaan ini akan ramai dan menjadi kampung wisata religi dengan fasilitas 20 unit pondok. Silakan jika ada yang ingin partisipasi membangun pondok (villa) ini", pungkas Ki Ariyo.

Karena terletak di zona alam karst, maka semua bangunan di kampung kemanusiaan "Abah Kanjeng" Akan dibuat ramah lingkungan tanpa merusak batuan kars yang ada dibukit tersebut. Semua bangunan akan dibuat dengan kayu dan bambu dengan sistem rumah panggung (*)