Kesempatan SMA Gratis Untuk Anak Anak Yatim Piatu Dhuafa & Penyandang Disabilitas

Wakil Presiden Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia H.Dalmugi bersama Kepala SMA.Muhammadiyah Kasihan Bantul Tugino,S.E.,M.Pd. usai penandatanganan MOU (Foto: Ist)

Wakil Presiden Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia H.Dalmugi bersama Kepala SMA.Muhammadiyah Kasihan Bantul Tugino,S.E.,M.Pd. usai penandatanganan MOU (Foto: Ist)


|HUMANITYBantul - "Pendidikan Adalah Hak Asasi Setiap Manusia", prinsip ini yang selalu dipegang pejuang kemanusiaan R.Budi Ariyanto Surantono yang akrab dipanggil Kanjeng Ariyo.

Bagi pria asli Yogyakarta Indonesia ini, memperjuangkan pendidikan bagi anak anak yatim piatu dhuafa dan anak anak penyandang disabilitas adalah sebuah keharusan.

"Saat ini tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang tidak sekolah atau putus sekolah karena alasan tidak punya biaya. Karena ada banyak cara untuk bisa bersekolah tanpa harus mengeluarkan biaya", ungkap Kanjeng Ariyo yakin.

Sejak tahun 2011 ia mengasuh dan membina anak anak yatim piatu, dhuafa dan penyandang disabilitas dan baginya memberikan kesempatan anak anak Inklusi agar tidak putus sekolah adalah prioritas utamanya.

Ditahun 2017, bersama beberapa Profesor dari berbagai Perguruan Tinggi di Yogyakarta mendirikan Yayasan Panti Asuhan di Bantul dan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dan masih aktif hingga saat ini 

Salah satu sahabat seperjuangan dalam merintis Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Dhuafa adalah almarhum Prof.Dr.Ir.H.Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc. Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Kini, melalui Komunitas Kemanusiaan Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia dan Abah Kanjeng Humanity International ia merintis Program "Kelas Berdaya Mandiri" bersama SMA.Muhammadiyah Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program "Kelas Berdaya Mandiri" adakan konsep kerjasama antara SMA.Muhamadiyah Kasihan, Bantul bersama Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia, dimana dalam program ini anak anak yatim piatu, dhuafa dan penyandang disabilitas diberi kesempatan sekolah gratis ditingkat SMA.

Selain sekolah gratis di SMA.Muhammadiyah Kasihan, Bantul, juga sediakan tempat tinggal dan kebutuhan hidup "sederhana" dan program bimbingan dan gemblengan  kemandirian oleh  para relawan Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia.

Program ini bisa diikuti oleh siapa saja Lulusan SMP yang berasal dari seluruh Indonesia dengan usia maksimal 21 tahun dan keluarganya memiliki fasilitas PIP atau PKH dari Pemerintah.

"Kami berikan kesempatan bersekolah Gratis di SMA.Muhammadiyah Kasihan, Bantul Sekaligus tempat tinggal dan fasilitas hidup "sederhana". Disini mereka harus jalani "laku" prihatin dan belajar hidup mandiri", tegas  Wakil Presiden AKHC Indonesia H.Dalmugi.

Kepala Sekolah SMA.Muhammadiyah Kasihan, Bantul Tugino,S.E.,M.Pd. menyatakan siap menerima anak anak yatim piatu dan dhuafa disekolahnya dan berharap anak anak tersebut bisa menunjukkan prestasi yang baik disekolah yang dipimpinnya.

Saat ini Relawan Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia sedang melakukan assasement terhadap calon calon siswa/siswi yang akan dimasukkan ke SMA.Muhammadiyah Kasihan, Bantul. Walaupun sekolah gratis, tetap dilakukan proses assasement yang sesuai prosedur.

Dihubungi terpisah, Presiden Abah Kanjeng Humanity Care International R.Budi Ariyanto Surantono mengungkapkan rasa syukurnya dan terimakasih kepada SMA.Muhammadiyah Kasihan yang telah menyediakan fasilitas sekolah Gratis ini.

Ia berharap program ini bisa memberikan rampak langsung yang positif bagi anak anak Indonesia, khususnya yang berstatus yatim, piatu, anak terlantar dan penyandang disabilitas.

Selain Tingkat SMA, Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia juga menggelar  program pendidikan gratis tingkat SD, SMP, SMK dan Perguruan Tinggi (kuliah) bekerjasama dengan Institusi Pendidikan didalam dan luar negeri (*)