Metode Perkuliahan Online Universitas Kemanusiaan PDKS (Foto: Ist)
|HUMANITY|International - Kendala utama anak anak yatim, piatu, dhuafa, anak anak terlantar dan penyandang disabilitas untuk bisa menempuh pendidikan tinggi adalah faktor biaya.
Namun kini, Universitas Internasional PDKS ROS PBX Alexandrina Victoria II International University sebuah lembaga kemanusiaan dibawah United Nation Volunteers (UNV) membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja untuk bisa kuliah secara gratis.
Menurut Rektor PDKS Prof.(Hc),Dr.(Hc) Rini Puji Astutik, S.H.,LL.M.,Ph.D., pihaknya membuka berbagai Jurusan dan Fakultas di Universitas Kemanusiaan ini, yaitu Fakultas Hukum, Administrasi Bisnis, Kesehatan Mental, Sastra dan sebagainya.
Dosen dan mahasiswa Universitas Kemanusiaan ini berasal dari berbagai negara didunia dengan perkuliahan menggunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
"Ini adalah Universitas Kemanusiaan atau Universitas Darurat, dimana para mahasiswanya juga berasal dari situasi dan kondisi (politik,Sosial,ekonomi) yang anomali dan darurat. Jadi jangan membayangkan seperti kuliah reguler pada umumnya", jelas Prof.Rini.
"Dosen yang mengajar adalah para relawan kemanusiaan yang sepenuhnya mengabdikan dibidang kemanusiaan. Sehingga dimaklumi jika ada kuliah yang dilakukan tengah malam karena dosen baru bisa mengajar di malam hari sementara terjadi perbedaan zona waktu antara dosen disuatu negara dengan mahasiswa di negara (benua) lainnya", imbuh Rektor PDKS.
Dihubungi terpisah, Pemilik dan Pendiri PDKS Prof.Dr HRH.Princess Donna Dayu Soekarno,Ph.D. mengungkapkan bahwa lembaganya adalah Institusi Internasional yang didirikan menggunakan payung hukum Kebangsawanan Eropa, sehingga tidak terdaftar pada Kementrian Ristek Dikti Republik Indonesia.
Princess Donna Dayu Soekarno, Founder Universitas Kemanusiaan PDKS (Foto: Ist)
Ijazah yang nantinya dikeluarkan juga bukan ijazah perguruan tinggi di Indonesia, melainkan Ijazah dari perguruan tinggi luar negeri.
Sistem perkuliahan dilakukan secara online melalui telekonference Whatsapp Grup, Zoom Meeting dan fasilitas online lainnya yang selain diikuti oleh para mahasiswa juga diikuti oleh para dosen dari berbagai Jurusan.
Karena sifatnya Universitas Kemanusiaan, semua pihak yang terlibat (baik dosen, mahasiswa maupun semua civitas academica) dituntut bisa saling pengertian, saling memahami dan saling support dalam menjalani kegiatan perkuliahan.
"Kebersamaan dan persaudaraan antara dosen dan mahasiswa/i Universitas Kemanusiaan ini terus kami pupuk dan Bina karena ini adalah "Universitas Berbasis Hati Nurani" dengan niat saling tolong menolong dan saling membantu dalam perjuangan kemanusiaan", pungkas Princess Donna Dayu. (*)
Social Plugin