|HUMANITY| Gunungkidul - Sebuah Kampung Kemanusiaan Internasional akan segera hadir di kawasan Dusun Ngalang Alangsari, Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adalah R.Budi Ariyanto Surantono, seorang Pejuang Kemanusiaan yang merintis kawasan yang akan menjadi "Kawah Candradimuka" anak anak yatim piatu dan dhuafa ini.
Ada 2 bukit yang akan digunakan sebagai kawasan kampung kemanusiaan masing masing seluas 3000 meter yang berlokasi di Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul.
Disebut sebagai kampung kemanusiaan karena kawasan tersebut akan menjadi tempat bernaung dan belajar bagi anak anak yatim piatu dan dhuafa dengan bahasa inggris sebagai bahasa sehari hari disamping bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Kampung kemanusiaan ini juga siap menerima anak anak yatim piatu dari seluruh dunia sesuai dengan peraturan dan ketentuan undang-undang yang berlaku.
"Jika peraturan dan undang-undang memungkinkan. Kami siap menampung anak anak yatim piatu dari seluruh dunia yang membutuhkan pengasuhan, pembinaan dan Pendampingan", ungkap R.Budi Ariyo kepada pewarta.
"Anak anak yatim piatu korban perang, korban bencana sosial dan kemanusiaan sangat perlu dibantu. Mereka membutuhkan perhatian kita semua. Kami siap membantu mereka jika dibutuhkan", imbuhnya.
Tahap awal, kampung kemanusiaan akan menampung 40 anak yatim piatu putra dan putri dengan fasilitas langgar (mushalla), pondok cantrik putra/putri, tempat belajar (bale pasinaon), dan tempat makan bersama (bale kembul). Selain itu juga akan ada pondok tamu yang disediakan untuk pengunjung/tamu/keluarga cantrik yang berkunjung.
Selain menekankan pembelajaran bahasa inggris, bahasa Indonesia dan bahasa jawa, seluruh cantrik kampung kemanusiaan juga wajib mengikuti pelajaran "Unggah-Ungguh" (tatakrama jawa)
Anak yatim piatu yang tinggal di kampung kemanusiaan Internasional akan dibekali dengan pelajaran agama, etika, ketrampilan hidup, kemandirian dan kepemimpinan sehingga suatu saat siap terjun ditengah-tengah masyarakat.
Setia kawan, toleran, peduli sesama, jujur dan bertanggung jawab akan menjadi standard kompetensi wajib di kampung kemanusiaan Internasional ini.
Bukit Abah Kanjeng di Dusun Ngalang Alangsari, Planjan, Saptosari, Gunungkidul Bakal Calon lokasi Kampung Kemanusiaan Internasional Banyu Mili Migunani (Foto: Ist)
Semua anak yatim piatu dhuafa yang tinggal di kampung kemanusiaan Internasional tidak dipungut biaya juga tidak akan dimanjakan dengan fasilitas.
Selama belajar dan tinggal di kampung kemanusiaan mereka akan diajak belajar hidup bersahaja, sederhana dan "laku prihatin" untuk membentuk karakter kepribadian mereka.
Yang pasti, pihak Abah Kanjeng Humanity Care Indonesia selaku pengelola kampung kemanusiaan ini akan mengasuh, membina dan mendidik anak anak yatim piatu dan dhuafa hingga mereka bisa hidup mandiri ditengah tengah masyarakat.
"Mereka akan kami bekali dengan ilmu kehidupan dan Ilmu pengetahuan yang memadai. Semua kami dorong agar punya Ijazah SD/SMA/SMK dan juga perguruan tinggi disamping kemampuan bela diri yang memadai sebagai bekal kehidupan mereka dimasa depan", pungkas Kanjeng Ariyo. (*)
Social Plugin